Liputan Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Di Labschool Jakarta by Khan Khaizuran (8C/18)
Liputan Lengkap Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
SMP Labschool Jakarta – 19 September 2025
Pendahuluan
Pada tanggal 19 September 2025, SMP Labschool Jakarta menyelenggarakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staf sekolah, serta perwakilan orang tua yang tergabung dalam POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kadang dihiasi dekorasi meriah. Suasana aula sekolah tetap terasa hangat dan penuh khidmat karena seluruh perhatian tertuju pada makna esensial dari peringatan Maulid, yakni menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan ini dipandu oleh MC OSIS Rae dan Syibila. Keduanya tampil percaya diri, ramah, dan mampu menjaga kerapian acara. Meski masih remaja, keduanya menunjukkan sikap tanggung jawab dan kedewasaan yang patut diapresiasi.
Rangkaian Acara
1. Pembukaan dan Pengantar
Acara dibuka dengan salam pembuka yang penuh semangat oleh Rae dan Syibila. Mereka mengajak seluruh hadirin untuk membuka hati, menata niat, dan mengikuti acara dengan rasa syukur. Ucapan basmalah bersama-sama menandai dimulainya acara.
2. Murajaah Surat Muhammad
Lantunan murajaah Surat Muhammad oleh siswa tahfidz menjadi titik awal yang menyentuh hati. Suara merdu dengan tajwid yang benar membuat suasana aula hening. Semua peserta mendengarkan dengan penuh perhatian.
Surat Muhammad yang dibacakan mengingatkan hadirin akan pentingnya keimanan, jihad melawan hawa nafsu, serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagi siswa, momen ini menjadi dorongan untuk semakin rajin menghafal Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup.
3. Sambutan Ketua POMG
Selanjutnya, Ketua POMG menyampaikan sambutan. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membentuk karakter anak.
“Maulid Nabi bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat keteladanan Rasulullah di tengah keluarga dan sekolah. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang kuat imannya, cerdas akalnya, dan mulia akhlaknya,” ujar beliau.
Kehadiran POMG memberi nuansa kebersamaan. Para orang tua merasa bangga melihat anak-anak mereka berperan aktif dalam acara keagamaan.
4. Sambutan Kepala Sekolah
Kepala SMP Labschool Jakarta kemudian memberikan sambutan. Beliau mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah figur teladan yang harus diikuti oleh umat Islam sepanjang zaman.
Beliau menyampaikan pesan khusus kepada siswa:
Jadilah pelajar yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
Gunakan teknologi untuk hal positif.
Tanamkan rasa peduli terhadap sesama.
Beliau menegaskan, Maulid adalah kesempatan untuk introspeksi diri. “Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, mari kita buktikan dengan akhlak mulia, bukan sekadar ucapan,” ujarnya menutup sambutan.
5. Tausiyah Ustadz Dimas Adista
Acara inti pun dimulai: tausiyah dari Ustadz Dimas Adista. Beliau dikenal sebagai pendakwah muda dengan gaya penyampaian sederhana namun mengena.
Tema yang dibawakan adalah:
“Teladan Rasulullah untuk Remaja Zaman Sekarang.”
Isi tausiyah:
Kejujuran Rasulullah – Ustadz Dimas menekankan bahwa Rasulullah mendapat gelar Al-Amin karena kejujurannya. Para siswa diingatkan untuk tidak mencontek, tidak berbohong pada orang tua, dan berani berkata benar.
Amanah dan Disiplin – Rasulullah selalu menepati janji. Beliau mengingatkan siswa agar menyelesaikan tugas tepat waktu, menjaga tanggung jawab, dan tidak menunda pekerjaan.
Bijak dalam Media Sosial – Beliau menyinggung kebiasaan remaja yang aktif di media sosial. Rasulullah mengajarkan untuk berkata baik atau diam, dan itu sangat relevan. “Jangan mudah menyebarkan hoaks, jangan saling menghina. Gunakan jempol untuk kebaikan,” katanya.
Kepedulian Sosial – Rasulullah selalu menolong fakir miskin. Siswa diajak untuk lebih peduli kepada teman yang kesulitan, mau berbagi, dan tidak bersikap egois.
Tausiyah beliau diselingi humor ringan yang membuat siswa tertawa, sehingga suasana menjadi cair. Namun setiap tawa selalu ditutup dengan pesan yang menyentuh hati.
Ustadz Dimas menutup tausiyah dengan pesan penuh makna:
“Kalau kalian benar-benar cinta Nabi, jangan hanya diucapkan. Buktikan dengan akhlak kalian. Rasulullah tidak butuh kata-kata, tetapi butuh teladan nyata dari umatnya.”
6. Doa Bersama
Doa dipimpin langsung oleh Ustadz Dimas. Seluruh siswa dan guru menundukkan kepala, memohon ampunan serta keberkahan dari Allah SWT. Suasana hening dan haru menyelimuti ruangan. Banyak siswa yang meneteskan air mata, merasakan kedekatan spiritual yang mendalam.
7. Penutup
Acara ditutup kembali oleh MC Rae dan Syibila. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah, POMG, guru, serta Ustadz Dimas Adista yang telah memberikan ilmu berharga.
Dengan salam penutup, acara resmi berakhir. Para siswa pulang dengan wajah gembira dan hati penuh motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Suasana dan Kesederhanaan
Yang menarik, acara ini berlangsung tanpa dekorasi khusus. Tidak ada hiasan panggung, bunga, atau pernak-pernik lainnya. Aula hanya dipenuhi kursi sederhana dan alas duduk untuk siswa.
Kesederhanaan ini justru menimbulkan kesan mendalam. Fokus utama adalah mendengar lantunan ayat, sambutan, serta tausiyah. Hal ini membuat seluruh peserta lebih terarah pada inti acara, bukan pada kemeriahan luar.
Banyak guru berkomentar bahwa acara kali ini terasa lebih khusyuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Nilai Pendidikan dan Refleksi
Dari acara ini, terdapat banyak pelajaran yang bisa dipetik:
Pembentukan Akhlak – Pesan tentang kejujuran, amanah, dan kepedulian sangat relevan dengan pembinaan karakter siswa SMP.
Kebersamaan Sekolah dan Orang Tua – Hadirnya Ketua POMG menunjukkan bahwa pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama.
Kepemimpinan Siswa – MC Rae dan Syibila menunjukkan bahwa siswa mampu memimpin acara besar dengan baik.
Kedekatan dengan Al-Qur’an – Murajaah Surat Muhammad menanamkan semangat untuk mencintai Al-Qur’an.
Kesederhanaan yang Bermakna – Tanpa dekorasi pun, acara tetap indah dan sarat makna.
Kesimpulan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMP Labschool Jakarta yang dilaksanakan pada 19 September 2025 berjalan dengan khidmat dan penuh makna meskipun tanpa dekorasi meriah. Seluruh rangkaian kegiatan — mulai dari pembukaan oleh MC OSIS Rae dan Syibila, murajaah Surat Muhammad, sambutan Ketua POMG dan Kepala Sekolah, tausiyah Ustadz Dimas Adista, doa bersama, hingga penutupan — berlangsung tertib dan menyentuh hati.
Kesederhanaan acara justru menghadirkan suasana yang lebih fokus pada esensi Maulid, yakni menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan teladannya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya meneladani kejujuran, amanah, kepedulian, serta kebijaksanaan Rasulullah dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Acara ini juga memperlihatkan sinergi positif antara sekolah, orang tua, guru, dan siswa. Kehadiran Ketua POMG menunjukkan dukungan penuh dari orang tua dalam pembinaan karakter siswa. Sementara peran OSIS sebagai MC menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan generasi muda.
Dengan berakhirnya acara, diharapkan seluruh siswa SMP Labschool Jakarta semakin termotivasi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan pribadi, lingkungan sekolah, maupun masyarakat. Maulid ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum untuk introspeksi, memperbaiki diri, serta memperkuat iman dan akhlak mulia.
Penutup
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMP Labschool Jakarta pada 19 September 2025 berlangsung khidmat, sederhana, namun penuh makna. Seluruh rangkaian mulai dari murajaah, sambutan-sambutan, tausiyah Ustadz Dimas Adista, doa, hingga penutupan, berjalan lancar.
Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, generasi muda Labschool Jakarta tumbuh sebagai insan yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Comments
Post a Comment